Dari hasil amatan redaksi Tutur, kini kota Matangglumpangdua semakin maju dan berkembang, banyak sarana pendidikan seperti kampus Universitas Almuslim Peusangan, pasar, warung, pertokoan bahkan mini market semakin membuat kota Matang telah mampu bertranformasi dari pasar tradisional kepada pasar moderen saat ini. Kemampuan berevolusi kota ini tidak terlepas dari tingkat pendidikan dan peradaban masyarakat disini. Kini kota Matang banyak mendapat julukan. Dari kota Mawar yang dulu terkenal dengan sirup cap mawarnya, kota buah, maupun kota sate karena terkenal dengan kuriner Sate matang yang memiliki citarasa lezat bagi peminat dan pemburu kuriner di negeri ini. Kota Matangglumpangdua juga telah mengorbit tokoh-tokoh terkenal pada masa lalu seangkatan Tgk. Abdurrahman Meunasah Meucap, Ampon Chiek Peusangan T. Jouhan Alamsyah sampai kepada tokoh sekaliber M.A Jangka. Semoga dimasa yang akan datang kota ini akan dapat mengorbitkan kembali tokoh-tokoh muda yang lain menggantikan Tgk. Di Gle Sabe dan mereka-mereka yang telah membawa visioner di kota ini. Semoga..!
![]() |
| Gle Sabe |
Apa itu Gle Sabe...?
"Gle Sabe" merupakan sebuah bukit disudut kota Matangglumpangdua, Peusangan yang masih asri ditumbuhi pepohonan sebagai paru-paru kota Matang saat ini. Bukit ini diyakini wujud bagian kota Matangglumpangdua tempo doloe yang masih tersisa sebagai bukti sejarah. Diatas bukit "Gle Sabe" juga terdapat makam Tgk. Di Gle sebagai tokoh pada masa itu ditemani ribuan makam-makam yang lain baik dari kalangan orang-orang baik maupun orang-orang jahat tebaring kaku membisu di bukit itu.
Menurut riwayat tutur masa lalu disebut Gle (bukit) dan Sabe (seukuran), karena pada zaman dahulu kala pada bukit itu adalah tanah sawah yang lebik kurang luasnya satu hektar. Konon tanah itu telah diwakafkan pada jalan agama. Namun kemudian, ketika pewakafnya meninggal, tanah itu digugat oleh ahli waris. Atas kehendak Allah terjadilah bencana dahsyat berupa gempa, banjir, kilat dan hujan lebat. Tanah sawah yang sudah siap ditanami padi itu, keesokan harinya sudah berubah menjadi sebuah bukit, dan bukit itu sabe (seukuran...red) dengan lahan sawah yang disengketakan itu. Karena riwayat Tutur masa lampoe itulah sampai sekarang bukit itu dikenal dengan nama "Gle Sabe".
Semoga bermanfaat bagi admin sekalian. By Redaksiana @ TUTUR KEUNARANG.
Anda juga dapat mengakses di http://tuturkeunarang.blogspot.co.id/?m=1 bersama koresponden Tutur Armia Arhan.
