BERSAMA ANAK "SERIBU PULAU" DI JEMBATAN TINGKEUM KUTABLANG

(BIREUEN 18-03-2017). Beginilah perkembangan terkini pasca pembongkaran jembatan Kutablang. Hari ini redaksi Tutur menyambangi anak-anak sekolah yang ada disini yang menggunakan dua unit bot yang dioperasikan sebagai tranportasi alternatif bagi penyebrang lokal dan anak-anak sekolah dalam beberapa hari terakhir. Big bos redaksi Tutur langsung saja menguji coba penyebrangan bersama anak-anak sekolah disini mengarungi derasnya air Krueng Peusangan di kawasan bawah jembatan Tingkeum Kutablang. Serasa bagaikan di pelabuhan Sabang, dengan pemandangan para penumpang dan anak-anak sekolah usia SD/SMP sudah menunggu di dermaga darurat di bawah jembatan yang telah dibongkar lantainya itu. Pemandangan yang tidak lazim ini akan membawa kita seolah sedang bernostalgia, mereka itu bagaikan anak-anak "Seribu Pulau" yang ditayangkan disalah satu TV nasional, atau bagaikan manusia perahu yang menghiasi layar-layar media beberapa waktu yang lalu.
"Kita sudah usahakan dua unit Boat untuk membantu para pelintas lokal dan anak-anak sekolah, kasihan mereka memasuki masa-masa ujian" ungkap Apa Wan, koordinator awak Boat pada redaksi Tutur di bawah jembatan Kutablang. Di singgung tentang biaya operasional yang dikutip mereka, Apa Wan menjelaskan "untuk anak sekolah kita ambil 2000 rupiah dan pelintas umum, kita ambil 3000 rupiah" lanjut Apa Wan disela-sela menunggu penumpang usaha dadakannya itu.
Disisi lain, hasil amatan redaksi para orang tua siswa dengan pandangan hampa dan perasaan cemas telah sedia menunggu putra-putri mereka dipinggir sungai yang menggunakan jasa Boat untuk melintasi derasnya air sungai. "Kami sangat cemas, tolong bapak bilang agar awak Boat tidak memuat banyak-banyak" kata Nurlina orang tua siswa warga Tingkeum baro, yang mengharapkan agar para awak Boat tidak memuat anak-anak melebihi kapasitas. Kecemasan Nurlina dan juga para orang tua yang lain sangat beralasan demi keselamata putra putri mereka dari hal-hal yang tidak kita inginkan, karena mereka masih jauh untuk menatap masa depannya itu.






Pihak Berwenang Perlu Menetapkan Standar Operasional Awak Boat..!
Hasil penelusuran dan penuturan-penuturan semua pihak terkait pengoperasian beberapa unit Boat di bawah jembatan Kutablang. Disini, pihak berwanang terutama aparat desa dan pemerintah setempat perlu segera menertibkan jalur Boat yang aman dan tidak melintasi bawah jembatan yang sedang dibongkar karena akan mengundang bahaya. Juga perlu menentukan kapasitas Boat yang tidak berlebihan, serta penataan dermaga yang memadai. Hal ini sangat penting demi kenyamanan dan keselamatan "Manusia Perahu" dan anak-anak "Seribu Pulau" di seputaran jembatan Kutablang itu.
Demikian laporan koresponden Ali Raban bersama Big Bos Media Tutur dari Jembatan Kutablang. Pastikan anda slalu bersama... Atau di...bersama koresponden redaksi Armia Arhan.

Subscribe to receive free email updates: