(Edisi: Jejak-jejak Misteri). Mungkin bagi anda pelintas dari Banda Aceh menuju Medan tidak asing lagi dengan jembatan Rancong yang berada di jalur Altura (alternatif utara) Kutablang. Hari ini tim redaksi Tutur bersama koresponden Mustafa Rancong dan beberapa lainnya meluncur kelokasi jembatan Rancong. Kali ini tim bukan bertujuan meliput kondisi permasalahan-permasalahan mengenai jalan di jalur Altura pasca pembongkaran jembatan Kutablang, melainkan ingin menggali penuturan-penuturan dengan warga setempat mengenai sosok "Ikan Misterius" yang kerap menampakan diri dibawah seputaran jembatan rangcong itu. Bagi anda warga Kabupaten Bireuen Khususnya kec, Kutablang, Peusangan, Gandapura dan Jangka, mungkin saja masih teringat kisah diakhir tahun 2015 lalu. Ya....! Sebuah kejadian pilu dibulan November 2015 yang merenggut nyawa seorang pemuda dikawasan itu, saat berusaha menangkap seekor ikan misterius tepatnya dibawah jembatan itu.
Sebelum menelusuri jejak-jejak tempat yang biasa ikan itu sering menampakkan diri, tim kami terlebih dahulu melakukan penuturan dan perbincangan yang hangat dengan warga setempat disebuah warung pada ujung timur jembatan.
Iwan Krumbok menjadi salah satu sumber informasi yang kami dapatkan mengenai sosok penampakan "Ikan Misterius" yang biasanya berpura-pura mati untuk menjebak orang yang melihat agar menangkapnya. Menurut Iwan, ikan misterius itu merupakan jenis ikan air tawar."Seperti ikan Mas, atau ikan Kerling, besarnya sebesar daun jendela" kata iwan yang diiakan beberapa warga lainnya. Apa Leman kepada tim kami juga mengatakan bahwa sudah sering warga melihat ikan itu berpura-pura mati dipinggir sungai. Kebiasaan kemunculan ikan misterius itu biasanya sekali atau dua kali dalam setahun. Jika ikan itu sudah muncul, biasanya beberapa minggu kemudian diseputaran itu akan banyak ikan-ikan lain datang dari laut, bahkan orang-orang sering mendapat hasil menjala, memancing dengan jumlah yang lumayan.
Setelah itu, kami kembali menanyakan tentang insiden yang merenggut nyawa seorang pemuda disana. Narasumber Iwan kembali menceritakan, Hari itu seorang anak muda yang bernama Bahgia sedang santai-santai di jembatan Rancong, tiba-tiba melihat seekor ikan sebesar daun jendela, sehingga Bahgia memanggil seorang temannya lagi untuk menangkap ikan itu. Meskipun sudah jauh mencari teman, disaat mereka berdua kembali, ikan itu masih berada pada posisi semula. Posisinya hanya tujuh meter dengan tepi sungai sebelah timur jembatan. Bahgia pun langsung terjun menangkap ikan itu yang mereka liat seolah-olah sudah lemas mau mati. Namun apa yang terjadi..! Ketika tangan Bahgia menyentuh ikan besar, seolah-olah lengket dan menariknya dalam pusaran air di bawah jembatan. Temannya pun meloncat untuk menolong Bahgia, namun gagal bahagia sudah keburu tenggalam bersama hilangnya ikan misterius itu dari pandangan mereka. Temannya juga hampir bernasib sama, namun ketentuan ajal memang belum disitu sehingga selamat dari maut hari itu. Raibnya Bahagia dalam pusaran air sehingga harus mendatangkan tim Sar penyelam untuk melakukan pencarian. Namun, jenazah pemuda itu baru diketemukan dua hari kemudian terapung seratus meter terpaut dari tempat kejadian (Nara Sumber Iwan Krumbok). Kejadian di bulan November 2015 menjadi kisah duka bagi keluarga Bahgia dan masyarakat Rancong pada saat itu.
Setelah mendapatkan cerita tentang ikan misterius, tim kami pun merusaha untuk menelusuri kebawah jembatan. Siang itu mentari begitu menyengat, namun tidak menyurutkan semangat kami untuk mengendus jejak-jejak ikan misterius yang konon sering menampakkan diri dibawah jembatan. Setelah mengambil beberapa foto, kamipun akhirnya pamit. Perasaan lelah, namun ada secercah kepuasan karena kami telah mendapatkan informasi langsung tentang insiden ikan misterius beberapa tahun lalu yang selama ini beritanya masih simpang siur.
Kepada para pemancing dikawasan itu diharapkan berhati-hati saat memancing, jangan sampai terpancing dengan jebakan tipu daya "Ikan Misterius" yang sewaktu-waktu bisa saja muncul menampakkan diri disini.
Akhirnya, tim kami pun beranjak pulang meninggalkan jembatan rancong yang kini tidak lagi sepi, karena sudah dilalui berbagai kenderaan mobil-mobil dan truk di jalur Altura.
Nantikan Special Report bersama korban selamat insiden penangkapan ikan misteri pada edisi selanjutnya.
Tetaplah bersama @TUTUR KEUNARANG dan berita lainnya dapat anda akses di http://tuturkeunarang.blogspot.co.id/?m=1 Bersama koresponden redaksi Armia Arhan.


