(Lanjutan Edisi Jejak-jejak Misteri). Pada edisi kali ini redaksi Tutur menghadirkan laporan exklusif dengan menghadirkan korban selamat dari insiden penangkapan ikan misterius di bawah jembatan Rancong di jalur Altura. Inilah pemuda bernama lengkap Safrizal (23th) atau yang sering disapa Ipon warga desa Rancong Kutablang yang bercerita panjang lebar tentang kejadian yang dialami bersama temannya yang meninggal pada kejadian itu. Menurut Ipon nama lengkap temannya itu Luman alias Bahgia alias Meulu dan sampai saat ini masih mempunyai laman FB atas nama "Lukman Sang Pujangga Hati" yang merupakan korban yang meninggal saat menangkap ikan misterius pada bulan November 2015 lalu. "Tentang hari dan tanggalnya itu saya sudah lupa, kejadian hari itu sekitar pukul 16:xx, sore", jelas Ipon mengawali kisah tragisnya. Berawal ketika Lukman alias Bahgia sedang santai-santai diatas jembatan dan melihat ada gerakan air di bawah jembatan yang ternyata seekor ikan besar sudah terdampar disana. Ikan yang seolah-olah sudah sekarat dan lemah terdampar hanya tujuh meter dari tepi sungai disebelah timur jembatan. Bahgia kemudian beranjak menemuinya, mengajak untuk menamngkap ikan itu. Tanpa kuasa menolak, Ipon pun ikut serta Bahgia menuju kebawah jembatan saat itu. Masih segar dalam ingatan Ipon, ikan itu sangat besar, "ikannya sebesar daun jendela, jenis ikan air tawar, seperti ikan Mas, Kerling atau Sereumuek", kenang Ipon. Belum sempat banyak bicara Bahgia langsung melepas pakaian dan terjun menangkap ikan itu. "Bahgia langsung memegang ekor ikan yang seolah mau mati itu, namun ikan itu langsung menyeretnya kedalam pusaran air di bawah jembatan", kata Ipon. Alangkah terkejutnya Ipon saat melihat ikan itu hilang dengan sekejab mata seiring melihat Bahgia timbul tenggelam sambil minta tolong, padahal pemuda itu jago berenang dan sering mandi dan berenang disana dihari-hari sebelumnya. Tanpa pikir panjang Ia pun langsung meloncat untuk menolong Bahgia yang sedang sekarat. Namun ketika ia menarik Bahagia, nampak korban seperti orang keserupan dalam air yang malah berbalik menarik Ipon kedalam pusaran air. Adegan tarik menarikpun terjadi beberapa saat yang akhirnya Ipon harus rela melepaskan temannya karena iapun sudah tenggelam beberapa kali. Dengan sedikit sisa-sisa tenaga Ipon masih bisa mengayuh lemas yang akhirnya ia sudah ditarik oleh beberapa orang kepinggir sungai. Setelah itu Ipon tidak sadarkan diri lagi dan baru siuman, sudah mendapatkan dirinya diatas ranjang di Pukesmas Krueng Panjoe Kutabang Pukul 20:xx malam, dan harus dirawat beberapa hari disana."Setelah itu tidak tau lagi bagaimana nasib Bahgia, karena saya sudah pingsan dalam kondisi sekarat", ujar pemuda yang pernah bersekolah di STM Bireuen jurusan Tehnik Mesin Itu saat diwawancarai koresponden media Tutur. Kesimpulan akhir dari hasil wawancara dengan Ipon, hilangnya Bahgia dalam pusaran air hingga mendatangkan Tim SAR untuk ikut pencarian bersama masyarakat disana. Bahgia temannya baru diketemukan 2 hari setelah kejadian terpaut 200 meter dari tempat musibah itu. "Mudah-mudahan Lukman Sang Pujangga Hati alias Bahgia diterima dan bahagia disisi Allah serta diampuni segala dausanya", ujar Ipon menutup ceritanya (memoriam of insiden ikan misterius, November 2015).
Semenjak kejadian itu, Ipon seolah sudah trauma untuk pergi kesungai, terutama dibawah Jembatan Rancong. Hari itu menjadi kenangan November kelabu bagi Ipon. Apalagi hari itu paginya Ipon baru saja mempersunting gadis pujaan hatinya, yang kini sudah menjadi istri Ipon. Sementara mengenai ikan misterius itu keterangan Ipon sama dengan warga lainnya, yang sampai kini sesekali masih menampakkan diri di bawah seputaran jembatan Rancong itu.
Sekian...!
Trimakasih kepada Narasumber Ipon dan pemirsa Tutur sekalian.
Pastikan anda slalu bersama.. Dan untuk mendapatkan berita selengkapnya dapat anda akses di ... Bersama koresponden redaksi Armia Arhan
