(Bireuen 16-03-2017). Semenjak beberapa hari ini, para pekerja sedang memacu tahap awal pembongkaran jembatan Tingkeum Kutablang yang telah miring itu. Hasil laporan koresponden Tutur Ali Raban di lapangan, kini para pekerja sedang memburu tahap awal pembongkaran jembatan itu dengan menghancurakan pondasi lantai yang bertujuan agar kondisi jembatan lebih ringan."Rangka jembatan harus didongkrak kembali keposisi semula, kalau tidak, kami tidak bisa melepaskan baut-baut jembatan yang telah terhimpit akibat kemiringan" kata salah seorang koordinator lapangan saat ditemui media Tutur di jembatan Kutablang kemaren. "Kami harus berpacu dengan waktu, selama 45 hari sebagai tahap penyelesaian membongkar jembatan ini" lanjutnya. Terliat sebuah escavator pengebor diatas jembatan yang menimbulkan getaran dan suara yang membahana. Sementara beberapa tiang yang telah dirakit dari besi dibawah jembatan itu nantinya berfungsi untuk menahan besi jembatan agar tidak langsung ambruk ke sungai saat pembongkaran berlangsung.
Jalan alternatif utara sempat ditutup warga
Aksi unjuk rasa warga Cot Me dan sekitarnya yang menutup jalan alternatif utara sempat memacetkan jalur itu beberapa jam (15/3), yang akhirnya berhasil dibuka kembali setelah pihak aparat berwenang berkoorninasi dengan warga. Hasil laporan koresponden Mustafa Rancong dilapangan, warga Cot Me dan sekitarnya menuntut penyiraman jalan secara rutin karena kondisi jalan sangat berdebu yang imbasnya membuat warga sengsara. Mereka juga menuntut agar jalan itu segera diaspal layaknya jalur alternatif selatan.
Sementara itu, kemacetan dan kondisi semberawut terjadi di jalur alternatif selatan karena banyak mobil-mobil dari arah Banda Aceh menuju Medan menerobos jalur selatan, sehingga jalur itu yang sempit semakin padat. Semoga permasalahan-permasalahan itu dapat segera diatasi oleh pihak yang berwenang demi kenyamanan bersama dan semua pihak dabar bersabar atau semua masalah ini, sebagai dampak dan sebab akibat dibalik musibah Jembatan Tingkeum Kutablang.
Demikian laporan koresponden media Tutur Ali Raban dan Mustafa Rancong, semoga bermanfaat bagi admin sekalian.
Pastikan anda slalu bersama @TUTUR KEUNARANG dan anda juga dapat mengakses berita selengkapnya di http://tuturkeunarang.blogspot.co.id/?m=1 bersama koresponden redaksi Armia Arhan.
Jalan alternatif utara sempat ditutup warga
Aksi unjuk rasa warga Cot Me dan sekitarnya yang menutup jalan alternatif utara sempat memacetkan jalur itu beberapa jam (15/3), yang akhirnya berhasil dibuka kembali setelah pihak aparat berwenang berkoorninasi dengan warga. Hasil laporan koresponden Mustafa Rancong dilapangan, warga Cot Me dan sekitarnya menuntut penyiraman jalan secara rutin karena kondisi jalan sangat berdebu yang imbasnya membuat warga sengsara. Mereka juga menuntut agar jalan itu segera diaspal layaknya jalur alternatif selatan.
Sementara itu, kemacetan dan kondisi semberawut terjadi di jalur alternatif selatan karena banyak mobil-mobil dari arah Banda Aceh menuju Medan menerobos jalur selatan, sehingga jalur itu yang sempit semakin padat. Semoga permasalahan-permasalahan itu dapat segera diatasi oleh pihak yang berwenang demi kenyamanan bersama dan semua pihak dabar bersabar atau semua masalah ini, sebagai dampak dan sebab akibat dibalik musibah Jembatan Tingkeum Kutablang.
Demikian laporan koresponden media Tutur Ali Raban dan Mustafa Rancong, semoga bermanfaat bagi admin sekalian.
Pastikan anda slalu bersama @TUTUR KEUNARANG dan anda juga dapat mengakses berita selengkapnya di http://tuturkeunarang.blogspot.co.id/?m=1 bersama koresponden redaksi Armia Arhan.




