(Rubrik Up date). Isu penculikan anak-anak yang berhembus dimasyarakat dewasa ini semakin meningkatkan keresahan warga hampir disetiap daerah. Ditambah lagi dengan insiden penangkapan beberapa orang tak dikenal semakin membuat suasana semakin mencemaskan para orang tua yang memiliki anak dibawah umur. Meskipun para korban penangkapan dan amuk masa sebagian besar menimpa orang gila, tukang "brok-brok" (tukang ronsokan), pencari sedekah yang jungtrungnya menjadi tersangka. Maka bagi anda yang merasa sebagai calon orang gila, atau punya rekan sebagai pendatang baru diblantikan "dunia orang gila", hendaknya segera berobat, atau anda mempunyai anggota keluarga yang seperti itu, hendaknya segera mengawasi agar tidak menjadi korban kambing hitam dari masalah ini.
Mungkin saja ini merupakan bagian dari cobaan Allah Swt, yang menghadirkan rasa takut (khauf), lihat saja selama ini, betapa banyak orang yang tidak punya kepedulian bagi anggota keluarganya yang gila, betapa banyak para pencari sedekah yang tidak jujur, berpura-pura cacat, dan sebagainya.
Ini merupakan cobaan yang harus kita ambil hikmahnya.
Hasil pantauan di beberapa TK (Taman Kanak-Kanak) sebagai sampel di kabupaten Bireuen, nampak antusiasme para orang tua begitu tinggi pada saat mengantar dan menjemput anak-anak mereka. Pada kasus ini, secara tidak sadar telah meningkatkan rasa kepedulian orangtua kepada anak-anak mereka dibalik kekhawatiran dibalik isu penculikan anak itu sendiri.
Isu yang tidak jelas ini, sebagian besar dipengaruhi peran media sosial dan boleh jadi didalangi oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab baik ada tujuan tertentu maupun hanya sekedar iseng-iseng belaka. Viralnya isu penculikan anak juga telah membuat para Kapores tiap daerah angkat bicara di salah satu koran media lokal (Harian Serambi Indonesia 22/3). Meskipun hanya sekedar isu dan belum ada bukti kongkit di lapangan, namun para Kapolres juga tetap mengimbau agar para orangtua tetap waspada.
Berikut ini redaksi mengulas beberapa penyebab yang melatarbelakangi penculikan anak, mau tau berikut ini ulasannya....!
Pertama.. Faktor "Broken Home". Dalam kasus ini kerap terjadi perebutan anak antara ibu dan bapak sehingga sering terjadi aksi culik menculik terhadap anak.
Kedua.. Faktor Tebusan. Penculikan ini dilakukan oleh mafia-mafia terhadap anak-anak orang kaya dengan motif ekonomi untuk mendapatkan tebusan dari pihak orang tua yang anaknya diculik. Kasus ini sering terjadi di negara-negara maju.
Ketiga... Trafeking. Kasus penculikan ini juga kerap terjadi di negara maju dan berkembang. Mafia yang menculik anak-anak untuk penyekapan dan penjualan manusia untuk kebutuhan jual beli tenaga kerja dan pelayanan sex komersial.
Keempat... Jual Beli Organ. Penculikan kasus ini menimpa orang-orang atau manyat-manyat segar tak mesti anak-anak, tapi tergantung organ yang dibutuhkan dipasar gelap. Kasus ini masih sedikit terjadi, dan baru hanya populer difilm-film extrem.
Kelima... Praktek Ilmu Hitam. Penculikan ini sering terjadi di daerah-daerah primitif yang masih banyak perdukunan jahat, dan masyarakatnya masih jauh dari nilai-nilai agama. Penculikan motif ini lebih banyak menimpa mayat anak-anak yang baru dikubur dibandingkan anak yang masih hidup. Karena anak yang sudah mati dianggap mempunyai aura magis tersendiri oleh mereka.
Keenam... Faktor Tumbal dan Sesajen. Penculikan ini juga terjadi diera primitif dan masyarakatnya masih dibawah norma-norma agama. Penculikan ini terjadi pada suku-suku kanibal atau kebutuhan tumbal untuk suatu bangunan sebagai hajat mimpi dari syaitan. Hal ini juga disinyalir pernah terjadi di Nusantara diera masa lalu sebagai warisan budaya primitif.
Ketujuh... Penculikan Motif Politik. Penculikan ini kerap terjadi dimasa lalu, yang menimpa anak-anak bangsawan demi untuk melemahkan suatu kekuasaan politik. Perebutan wilayah kekuasaan, perebutan wanita merupakan salah satu pemicu dalam penculikan gaya ini. Tidak hanya dimasa lalu, pada negara-negara konflik juga penculikan gaya ini diterapkan. Menculik anak dari pejabat, anak perwira militer sering terjadi pada negara-negara yang sedang bertikai.
Mungkin saja ini merupakan bagian dari cobaan Allah Swt, yang menghadirkan rasa takut (khauf), lihat saja selama ini, betapa banyak orang yang tidak punya kepedulian bagi anggota keluarganya yang gila, betapa banyak para pencari sedekah yang tidak jujur, berpura-pura cacat, dan sebagainya.
Ini merupakan cobaan yang harus kita ambil hikmahnya.
Hasil pantauan di beberapa TK (Taman Kanak-Kanak) sebagai sampel di kabupaten Bireuen, nampak antusiasme para orang tua begitu tinggi pada saat mengantar dan menjemput anak-anak mereka. Pada kasus ini, secara tidak sadar telah meningkatkan rasa kepedulian orangtua kepada anak-anak mereka dibalik kekhawatiran dibalik isu penculikan anak itu sendiri.
Isu yang tidak jelas ini, sebagian besar dipengaruhi peran media sosial dan boleh jadi didalangi oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab baik ada tujuan tertentu maupun hanya sekedar iseng-iseng belaka. Viralnya isu penculikan anak juga telah membuat para Kapores tiap daerah angkat bicara di salah satu koran media lokal (Harian Serambi Indonesia 22/3). Meskipun hanya sekedar isu dan belum ada bukti kongkit di lapangan, namun para Kapolres juga tetap mengimbau agar para orangtua tetap waspada.
Berikut ini redaksi mengulas beberapa penyebab yang melatarbelakangi penculikan anak, mau tau berikut ini ulasannya....!
Pertama.. Faktor "Broken Home". Dalam kasus ini kerap terjadi perebutan anak antara ibu dan bapak sehingga sering terjadi aksi culik menculik terhadap anak.
Kedua.. Faktor Tebusan. Penculikan ini dilakukan oleh mafia-mafia terhadap anak-anak orang kaya dengan motif ekonomi untuk mendapatkan tebusan dari pihak orang tua yang anaknya diculik. Kasus ini sering terjadi di negara-negara maju.
Ketiga... Trafeking. Kasus penculikan ini juga kerap terjadi di negara maju dan berkembang. Mafia yang menculik anak-anak untuk penyekapan dan penjualan manusia untuk kebutuhan jual beli tenaga kerja dan pelayanan sex komersial.
Keempat... Jual Beli Organ. Penculikan kasus ini menimpa orang-orang atau manyat-manyat segar tak mesti anak-anak, tapi tergantung organ yang dibutuhkan dipasar gelap. Kasus ini masih sedikit terjadi, dan baru hanya populer difilm-film extrem.
Kelima... Praktek Ilmu Hitam. Penculikan ini sering terjadi di daerah-daerah primitif yang masih banyak perdukunan jahat, dan masyarakatnya masih jauh dari nilai-nilai agama. Penculikan motif ini lebih banyak menimpa mayat anak-anak yang baru dikubur dibandingkan anak yang masih hidup. Karena anak yang sudah mati dianggap mempunyai aura magis tersendiri oleh mereka.
Keenam... Faktor Tumbal dan Sesajen. Penculikan ini juga terjadi diera primitif dan masyarakatnya masih dibawah norma-norma agama. Penculikan ini terjadi pada suku-suku kanibal atau kebutuhan tumbal untuk suatu bangunan sebagai hajat mimpi dari syaitan. Hal ini juga disinyalir pernah terjadi di Nusantara diera masa lalu sebagai warisan budaya primitif.
Ketujuh... Penculikan Motif Politik. Penculikan ini kerap terjadi dimasa lalu, yang menimpa anak-anak bangsawan demi untuk melemahkan suatu kekuasaan politik. Perebutan wilayah kekuasaan, perebutan wanita merupakan salah satu pemicu dalam penculikan gaya ini. Tidak hanya dimasa lalu, pada negara-negara konflik juga penculikan gaya ini diterapkan. Menculik anak dari pejabat, anak perwira militer sering terjadi pada negara-negara yang sedang bertikai.
Itulah tujuh penyebab penculikan terhadap anak versi Tutur Keunarang. Bagaimana komentar anda...?
Terkait isu yang sedang merebak, masyarakat hendaknya jangat panik. Karena mungkin saja isu itu hanya sekedar isu saja, yang sengaja ditebarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab untuk menciptakan keresahan masyarakat. Namun demikian kita harus tetap waspada, jangan main hakim sendiri apabila mendapati orang-orang yang dicurigai apalagi belum ada bukti yang konkrit. Juga anda ketika bertandang kedaerah orang lain, jangan sekali-kali bercanda dengan anak-anak semberangan, jangan bertanya pada anak-anak, jangan memberi permen pada anak-anak, karena salah-salah anda malah akan jadi korbannya..
Dan marilah kita sikapi isu ini dengan bijak dan setiap kejadian pastilah ada hikmahny...!
Pastikan anda slalu bersama... Dan dapat juga anda akses berita-berita selengkapnya di...bersama koresponden redaksi Armia Arhan.


