BEBERAPA FAKTA MENARIK PEMICU GANGGUAN KEJIWAAN

(Rubrik Up Date). Tidak ada yang menyangka, kalau tahun 2017 angka pengidap gangguan kejiwaan meningkat tajam di Indonesia. Khususnya Aceh merupakan daerah yang menempati angka peringkat tertinggi secara skala nasional sebagaimana diberitakan di beberapa media. Berdasarkan hasil survei dan penelitian lembaga yang membidangi masalah kesehatan jiwa, menunjukkan sekitar 22.023 warga Aceh mengalami gangguan kejiwaan saat ini. Suatu angka yang fantastis bukan...?
Angka ini merupakan fakta yang telah nampak dipermukaan, mungkin saja masih banyak pengidap-pengidap gangguan kejiwaan yang belum terdeteksi, yang bisa saja angkanya mencapai dua kali lipat banyaknya, bahkan lebih. Selain faktor narkoba, konflik dan bencana alam telah mengantarkan daerah ini menuju peringkat tertinggi gangguan kejiwaan secara nasional. 
Berikut ini merupakan beberapa fakta menarik sebagai pemicu gangguan kejiwaan yang berhasil redaksi Tutur kumpulkan. Mau tau.....? Berikut ini ulasannya...!
Pertama: Penyalahgunaan narkoba telah memberi kontribusi paling tinggi terhadap meningkatnya penderita gangguan jiwa di Aceh dalam beberapa tahun terakhir, angka ini berdasarkan hasil survei beberapa lembaga terkait termasuk data dari BNN yang menunjukkan penderita gangguan jiwa yang disebabkan oleh faktor ini mencapai 37%, yang menempati posisi teratas.

Kedua : Konflik dan bencana alam telah mengakibatkan sebagian warga Aceh mengalami tingkat trauma dan sindrom kejiwaan. Tindak kekerasan, hilangnya anggota keluarga maupun harta benda yang diakibatkan konflik dan bencana alam, merupakan pemicu kedua meningkatnya gangguan kejiwaan. Angka ini mencapai 18% dari beberapa penelitian.

Ketiga: Permasalahan ekonomi dan politik menduduki peran ketiga sebagai penyebab gangguan kejiwaan, banyaknya pengangguran, mahalnya kebutuhan hidup, ambisi politik yang gagal, hilangnya jabatan, PHK, telah menjadi penyebab gangguan kejiwaan bagi sejumlah orang di daerah ini, angkanya mencapai 15% dari total keseluruhan penderita.

Keempat: Masalah keluarga, juga punya dampak serius terhadap masalah ini. Tingginya angka perceraian, perselingkuhan,  KDRT, tidak saling percaya satu sama lain, kecemburuan yang berlebihan, telilit hutang dan kredit karena ingin hidup glamaur. Masalah ini juga sebagai fakta penyebab gangguan kejiwaan dengan angka 13% dari total penderita saat ini.

Kelima: "Cita-cita dan Cinta" adalah urutan selanjutnya penyebab gangguan kejiwaan. Masalah ini banyak menimpa para remaja dalam menghadapi kegagalan cinta, gagal usaha sehingga meningkatkan kegalauan bahkan mengalami gangguan jiwa. Faktor ini mencapai angka 10% dari total pengidap penyakit jiwa secara  keseluruhan. 

Keenam: Faktor supranatural dan pengaruh kebatinan. Faktor ini juga sebagai pemicu gangguan jiwa, namun sulit untuk diungkapkan dengan dalil-dalil ilmiah. Meskipu angkanya lebih kecil, namun fakta ini tidak bisa dipungkiri, diantaranya akibat pesugihan masa lalu, ilmu kebatinan dan tenaga dalam yang tak terkontrol, efek pengamalan ilmu mistik, juga dapat berakibat pada gangguan kejiwaan. Angka saat ini relatif kecil sekitar 4% saja.

Ketujuh: Sedangkan sisa 3% terdiri dari berbagai faktor lain seperti faktor keturunan, korban pemukulan yang mengakibatkan gangguan saraf dan sebagainya...!
 Nah, Pemirsa..!, itulah beberapa fakta menarik faktor-faktor penyebab yang melatar-belakangi meningkatnya gangguan kejiwaan versi Tutur Keunarang. Bagaimana komentar anda......?
Sekian, semoga bermanfaat bagi admin sekalian.
By Redaksiana @TUTUR KEUNARANG Atau anda dapat mengunjungi http://tuturkeunarang.blogspot.co.id/?m=1 Bersama koresponden redaksi Armia Arhan.



Subscribe to receive free email updates: