TIPS MENYELAMATKAN BUAH KAKAO DARI HEWAN PENGERAT

(Edisi Serba-Serbi). Jika anda petani Kakao (Obrama cacao) atau anda memiliki beberapa tanaman coklat dikebun atau pekarangan rumah. Jangan biarkan buah tanaman Kakao anda habis digeroti hewan pengerat seperti tikus dan tupai. Selama ini hewan-hewan inilah yang menjadi hama utama bagi petani Kakao sehingga tidak mencapai hasil yang maksimal bahkan gagal sama sekali. Anda boleh mencoba untuk menyelamatkan buah tanaman Kakao dengan tehnik penyaluban dengan menggunakan polibax. Anda dapat memilih polibax plastik yang berstruktur kasar agar dapat menyulitkan hewan-hewan pengerat menggrogotinya. Lakukan penyaluban dengan polibax dengan ukuran yang tidak terlalu ketat, karena lobang-lobang pada polibax dapat memberi sirkulasi udara yang cukup agar pertumbuhan buah Kakao berkembang maksimal. Setiap buah Coklat lebih baik lagi apabila dilakukan penyaluban dua tahap. Tahap pertama gunakan polibax dengan ukuran M, dan kemudian lakukan sekali lagi penyaluban dengan polibax ukuran L sehingga keselamatan buah Kakao anda lebih terjamin. Dari hasil penelitian ini membuktikan dapat mencapai hasil maksimal rata-rata diatas 90%. Biaya yang anda keluarkan untuk membeli polibax memang relatif mahal, tapi polibax-polibax ini dapat digunakan untuk sepuluh kali panen bahkan lebih.




Jika setelah anda lakukan penyaluban hewan-hewan pengerat itu masih nakal, semprotkan sedikit pestisida yang baunya menyengat pada polibax-polibax dengan durasi seminggu sekali. Namun jika pada Polibax-polibax sudah mulai bersarang Semut hitam atau Semut merah "Seureungga" jangan semprot lagi pestisida. Biarkan semut-semut itu bersarang karena dapat berfungsi sebagai sahabat alam bagi petani Kakao yang dapat membuat hewan pengerat alergi untuk mengganggu buah-buah Coklat anda.
Silahkan anda coba...!

Asal usul Kakao...!
Jenis tanaman Kakao (obrama Cocolate) pertama kali ditemukan sekitar abad 15 Masehi di Amerika tengah dan Amerika Selatan yang hidup liar di hutan-hutan tropis. Bangsa artex kemudian membawa biji-biji Kakao ke Spanyol untuk dioleh sebagai bubuk makanan dan minuman mewah kala itu. Sekitar abad 18 Masehi tanaman ini ditemukan di Sulawesi utara, yang kemudian menyebar ke Ternate dan pulau Jawa. Setelah era kemerdekaan tanaman Kakao sudah mulai dikembangkan secara budidaya perkebunan di pulau Jawa dan sumatra. Khususnya Aceh, tanaman ini baru dibudidayakan pada era pertengahan 1980-an, hingga saat ini sudah menjadi komoditi ekspor unggulan.
Demikian tips dan info By Redaksiana @TUTUR KEUNARANG Semoga bermanfaat bagi pemirsa Tutur sekalian. Untuk mengakses berita-berita selengkapnya akses di http://tuturkeunarang.blogspot.co.id/?m=1 Bersama koresponden redaksi Armia Arhan.

Subscribe to receive free email updates: