TANGGUL FILENG MERAH WATER INTAKE ARUN & PDAM DAS PEUSANGAN AMBRUK

(Bireuen-31-01-2017) Belum usai cerita jembatan Tutue Tingkeum Kutablang-Bireuen dilintas Medan-B. Aceh yang telah miring dihantam balok-balok liar. Kini giliran ambruknya  Fileng Merah tebing sungai penahan abrasi dibelakang water intake Pt. Pupuk Iskandamuda, water intake Pt. Arun dan PDAM Krueng Peusangan, yang terletak di desa Blang Me kec, Kutablang. Sedangkan tebing Feleng Merah sepanjang 140 meter sebagai penahan abrasi masuk ke desa Pante Baro Buket Panyang kec, Peusangan Siblah Krueng.
Kejadian ini terjadi Senin 30 Januari 2017 sekitar pukul 17-30 wib kemaren. Hasil pantauan redaksi Tutur dilapangan, penyebab utama, dikarenakan dilokasi beroperasi beberapa unit mesin sedot pasir galian C yang tidak mengan tongi izin, yang kini pemiliknya sudah "kuet ija buluet" (kabur..red). Ini salah siapa ?, aparat desa yang lalai pengawasannya, muspika yang kurang peduli atau ada oknum-oknum tertentu yang memperoleh pajak gelap. Hasil amatan redaksi Tutur, para pejabat mulai tingkat desa, kecamatan dan kabupaten berada dilokasi, nampak dari pembicaraan dan penuturan sesama mereka yang terkesan saling lempar tanggungjawab. Wartawan serambi Indonesia Yusmadin Idris juga tampak dilapangan yang mungkin berita selengkapnya akan dapat anda baca selengkapnya besok di koran Harian Serambi Indonesia edisi 1 Februari 2017.

Sekilas tentang Water Intake !
Water Inteke Pt. Arun, Pt. PIM merupakan mesin penghisap air raksasa yang dibangun thn 1982 untuk menyuplai kebutuhan air bersih untuk provit yang berada di Lhokseumawe dan Aceh Utara. Sedangkan besi tebing Feleng Merah dibangun tahun 1993 sebagai penahan abrasi DAS Peusangan untuk melindungi proyek-proyek vital itu. Sedangkan PDAM Kabupaten Bireuen dibangun tahun 2008 yang berlokasi dipuncak Gle Kuta Rancong bersisian dengan water intake dan DAS Peusangan.
Dari Tanjong, Buket Panyang redaksi tuturkeunarang.blogspot.co.id, melaporkan !

Peninjauan Tanggul Yang Ambruk


Subscribe to receive free email updates: