(Bireuen,06-02-2017) Sehubungan telah dibukanya jalur alternatif sebelah selatan rute dari Medan menuju Banda Aceh akibat amblasnya Jembatan Tutue Tingkeum Kutablang Bireuen, kini semakin menambah kepadatan di simpang empat Gle Kapai kec, Peusangan, Matangglumpangdua. Hasil amatan redaksi Tutur di Simpang Gle Kapai kepadatan dan kesembrautan terjadi saat pagi dan siang terutama jam masuk dan pulang sekolah, berhubung kawasan itu merupakan sentral pendidikan di kec, peusangan dan merupakan kawasan anak sekolahan. "Disini sudah terjadi beberapa kecelakaan ringan, semenjak dibukanya jalur alternatif" ungkap Apa Yan, salah seorang tukang ojek di simpang Gle Kapai, kemaren pada redaksi Tutur. Hasil penuturan dengan warga setempat, "di simpang yang padat anak sekolahan itu seharusnya di sediakan petugas untuk mengatur lalu lintas terutama jam-jam sibuk terutama pagi, siang dan malam untuk menghindari terjadinya kecelakaan," lanjut Apa Yan. Mengingat di kawasan simpang Gle Kapai terdapat beberapa sekolah mulai tingkat dasar sampai menengah atas, diantaranya SD dan MIN gp Raya, SMPN 2 Peusangan, SMPN 5 Peusangan, SMAN 1 Peusangan, SMKN 1 Peusangan serta Puskesmas Peusangan. Disamping itu juga simpang Gle Kapai merupakan arus lalulintas strategis berupa patahan tajam jalan Medan-Banda Aceh, serta ruas masuk kecamatan Peusangan Siblah Krueng sampai kecamatan Makmur, Bireuen yang juga sangat padat dengan para pegawai saat jam-jam sibuk.
Kehadiran petugas pengatur lalu lintas sangatlah diharapkan oleh semua pihak, di samping itu pihak sekolah juga perlu mensosialisai kepada setiap warga sekolah tentang aturan berlalu lintas, budaya antri dan menjaga ketertiban dijalan sehubungan telah dibukanya jalur alternatif tanggap darurat. Muslim Abusyah,M.Pd kepala SMKN 1 Peusangan yang Redaksi temui kemaren diruang Kerjanya menyatakan sangat cemas, mengingat anak-anak sekolah selama ini belum memahami sepenuhnya aturan berlalu lintas. "Kita pihak sekolah akan berupaya membimbing siswa pada Upacara senin maupun apel setiap paginya, agar mereka lebih berhati-hati di jalan, apalagi sudah dibuka jalur alternatif yang langsung didepan sekolah kita, semoga di simpang sana cepat-cepat disediakan petugas pengatur lalin" ungkap kepala SMEA itu.
Kesembrautan di simpang Glekapai juga sangat terasa pada malam hari, karena kurangnya lampu penerangan dikawasan simpang itu. Semoga petugas pengatur lalu lintas cepat tanggap, untuk menghindari lebih banyak korban lagi di simpang yang fenomenal itu. Redaksi tuturkeunarang.blogspot.co.id Melaporkan dari simpang Gle Kapai Matangglupangdua. Semoga dapat memberi informasi yang bermanfaat bagi admin sekalian !
![]() |
| Simpang Gle Kapai |
