Dengan tibanya besi-besi batangan besar itu menandakan jembatan Tutue Tingkeum Kutablang akan segera ditutup dalam beberapa hari ini dan akan dimulainya pembongkaran dan pembangunan jembatan yang baru. Lalu, bagaimanakah tentang wacana penyediaan Ketek/rakit sebagai sarana penyebrangan darurat untuk anak-anak sekolah yang belum nampak tanda-tanda akan dimulai dilapangan. Meskipun sudah mendapat respon dari anggota DPRK dan Bupati Bireuen, tapi untuk membuat rakit atau jembatan darurat khusus bagi pejalan kaki, pesepeda dan sepmor untuk para anak sekolah tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Program ini terkesan sudah agak lambat, yang seharusnya sudah dilaksanakan jauh-jauh hari semenjak jembatan itu amblas. Semoga wacana ini tidak hanya P3M (Program Peugah-peugah Mantong), karena kalau tidak, akan menambah keresahan masyarakat sekitar terutama para anak sekolahan. Semoga ketersediaan "Raket Bak Pisang" untuk "Tajeumeurang u Nanggroe Cina" segera terwujud disela-sela telah tibanya besi-besi untuk pembuatan jembatan baru itu.
Pastikan anda slalu bersama Redaksi tuturkeunarang.blogspot.com semoga bermanfaat buat sobat di "dunialain" admin sekalian...!
![]() |
| Besi Untuk Perbaikan Jembatan |
