IRIGASI PANTE LHONG II JEBOL, PETANI "BLANG PEURANTENG" TERANCAM GAGAL PANEN

(Bireuen 27-02-2017). Akibat jebolnya irigasi Pante Lhong II beberapa waktu lalu, telah berakibat kekeringan area persawahan di tiga kecamatan meliputi kec, Peusangan, Jangka dan Kutablang. Hasil liputan redaksi Tutur Senin (27/2) di seputaran "Blang Peuranteng" (nama sawah..red), yang kini terancam gagal panen. Kawasan area sawah "Blang Peuranteng" memiliki luas sekitar 800 hektar lebih yang mencakup tiga kecamatan yaitu Peusangan, Jangka dan Kutablang. Kekeringan juga mengancam areal sawah di seputaran Dayah Panjoe, Iem Mudee, Ujong Blang dan Kurumbok kecamatan Kutablang, Bireuen. Warga Petani Blang Peranteng sangat berharap agar dinas terkait segera memperbaiki titik irigasi yang jebol di kawasan Paya Abo maupun Juli. Keresahan petani Blang Peranteng dikarenakan saat ini sedang menghadapi dua musim transisi sekaligus, baik transisi perobahan musim yang akan berakhirnya musim penghujan maupun masa transisi kepemimpinan dikabupaten bireuen. "Semoga saja bupati dan dinas terkait yang akan mengakhiri masa jabatannya masih mau peduli terhadap masalah ini" ungkap Roswati salah seorang ibu tani yang redaksi temui dihamparan sawah Blang Peuranteng tadi sore. Lebih lanjut Roswati sangat berharap pada Ilahi rabbi agar musim hujan tidak cepat berlalu tahun ini. "Mudah-mudahan masih ada hujan tahun ini, sehingga kami tidak gagal panen" harap ibu tani itu mewakili jeritan semua para petani Blang Peuranteng dengan penuh getir yang menyiratkan secercah asa dengan raut wajahnya yang hampa menatap padi disawahnya itu. Tanpa terasa dilangit mendung sudah mulai kelam, rintik-rintik hujanpun mulai jatuh membasahi dedaunan padi yang hijau seketika, menyiratkan doa Roswati dengan sekejab. Butiran-butiran hujan sore itu seolah memupuskan getir harapan petani Blang Peuranteng yang sudah mulai kekeringgan. Tim redaksipun terpaksa dipisahkan oleh petir yang sudah mulai menggelegar di angkasa sana, sehingga harus cepat-cepat meninggalkan area sawah yang berada di jalan Bugak, sebelah utara Krueng Panjoe itu.
IRIGASI PANTE LHONG II JEBOL, PETANI "BLANG PEURANTENG" TERANCAM GAGAL PANEN....
Sawah terancam gagal panen
 Sekilas tentang "Blang Peuranteng"..!
Blang Peranteng (sawah perantingan..red) merupakan nama areal sawah yang sangat luas hampir seribu hektar yang berada di jalan Bugak sebelah utara Krueng Panjoe. Area sawah ini mencakup tiga kecamatan yaitu Peusangan, Jangka dan Kutablang. Asal mula "Blang Peuranteng" dinamakan karena di era tahun 1950-an, sawah ini masih berupa sawah tadah hujan. Pada masa itu pernah terjadi musim kering panjang sehingga petani tidak bisa menanam padi selama tujuh musim lebih. Maka saat itu petani menancapkan ranting-ranting hingga hampir memenuhi sawah untuk beberapa musim. Ranting-ranting itu dijadikan sebagi ajir untuk menanam kacang panjang, gambas, timun dan sebagainya, sehingga sawah yang sangat luas itu telah dipenuhi dengan ranting-ranting. Karena itulah kemudian sawah itu dinamai sawah perantingan (Blang Peuranteng).

 Demikian laporan koresponden @TUTUR KEUNARANG Mustafa Rancong dari Blang Peuranteng.
Bagi pemirsa tutur juga dapat mengakses berita-berita yang kami sajikan melalui website redaksi di http://tuturkeunarang.blogspot.co.id.

Subscribe to receive free email updates: