NIRMALA EPISODE 2

Menurut Leman, Nirmala satu-satunya anak gadis Haji Rajadah, dan pernah kuliah di salahsatu perguruan tinggi di Peusangan, namun tidak selesai. Gadis yang kala itu terikat rantai berbadan lusuh, kurus kerempengan, rambutnya awut-awutan dulunya tergolong cantik."Mungkin kamu Leman pernah jatuh hati padanya juga", kata Jakir tiba-tiba. Ku lihat raut wajah Leman seakan berobah, namun Leman tidak mengiyakan candaan Jakir saat itu. Agaknya Leman sedang menyembunyikan sesuatu dihadapan kami berdua. Mungkin saja tebakan Jakir ada benarnya juga, mengingat Leman sebelum berumahtangga pernah juga bekerja di usaha pertambakan Haji yang angkuh itu.
"Lantas bagaimana kisahnya tentang Nirmala sehingga kuliahnya tidak selesai", tanyaku pada Leman, untuk menggiringnya bercerita hari itu. "0o.. itu berawal ketika Nirmala patah hati, karena hubungannya dengan Abdullah tidak direstui ayahnya", cerita Leman. Karena ketika Nirmala Kuliah di Peusangan ia sempat berkenalan dengan seorang pria yang konon namanya Abdullah dan sempat sekali mengantarnya ke rumah ketika pulang menjelang libur meugang puasa. Disitulah tragedi itu berawal", kata Leman, yang membuat kami semakin penaran saja.

Nirmala

Kemudian Leman menceritakandetik-detik menegangkan ketika haji Rajadah mengusir Abdullah dari rumahnya saat mengantar Nirmala beberapa tahun yang lalu. Ketika pulang dari tambak ternyata di rumahnya sudah ada tamu dengan sebuah sepmor merah merek Cup Super 700 yang lagi keren-kerennya kala itu terparkir dibawah pohon mangga samping depan rumahnya. Langsung saja Haji Rajadah bertanya pada Nirmala. "Sama siapa kamu pulang !..",. Dengan menunduk malu Nirmala mengisyaratkan bahwa Abdullahlah yang mengantarnya hari itu. Haji Rajadah langsung saja tanpa "Kom dan Salam" menuju ruang tamu dimana Abdullah baru saja hendak mencicipi segelas teh hangat yang baru saja dihidangkan Nirmala. Saat itu sang ayah lansung saja membentak "Siapa suruh antar anakku ..!, setiap sudah mampu kusekolahkan, sudah kukasih biaya untuk pulang pergi, dasar tak punya malu,.. pergi sana.. !", cerita Leman pada kamu meniru adegan haji Rajadah saat mengusir pria asal matang itu. Abdullah bagaikan tersambar petir disiang bolong kala itu, atas sambutan dan gelagat yang tidak diperkirakan sebelumnya. Dengan muka pucat sembari minta maaf berkali-kali, akhirnya Abdullah langsung saja minta pamit tanpa sempat menghabiskan beberapa teguk air yang dihidangkan Nirmala kala itu. Honda Cup Super 700nya lansung tancap gas. Hari itu merupakan yang pertama bagi Abdullah sekaligus menjadi hari yang terakhir menginjakkan kaki di rumah orangtua Nirmala, dan juga menjadi hari yang terakhir Nirmala melihat raut wajah Abdullah yang hilang ditelan angin tambak yang selanjutnya lenyap ditelan bumi sampai Nirmala berakhir di pasungan rantai besi, melalui hari-hariny... Bersambung, Nirmala III pada episode selanjutnya.. (Lemanpun dirangkul untuk mengendus jejak Abdullah ke Peusangan, Nirmala ke Rumah sakit jiwa..) tetaplah bersama Tuturkenarang..!

Subscribe to receive free email updates: