Jika anda warga kabupaten Bireuen, atau anda pernah berkunjung ke kabupaten ini, anda akan mendapati sebuah kecamatan di ujung barat kabupaten Bireuen yang bernama kecamatan "Samalanga". Sekilas nama kecamatan ini memang unik, karena penyebutannya hampir sama dengan nama pohon yang berbunga harum yaitu pohon Seulanga atau Keunanga. Lalu, kira-kira ada ngak ya.., Hubungannya antara nama kecamatan Samalanga di kabupaten Bireuen ini dengan pohon Seulanga atau Kenanga, berikut ulasan Tutur Keunarang berdasarkan riwayat tutur masa lalu masyarakat setempat.
Berdasarkan riwayat tutur yang berkembang dalam masyarakat kabupaten Bireuen, penamaan Samalanga yang kini daerah tersebut sudah menjadi nama sebuah kecamatan dibagian paling barat kabupaten Bireuen itu, tidak terlepas dari tutur hikayat Malem Dagang. Hikayat Malem Dagang yaitu suatu tutur yang menceritakan perjalanan panglima perang Malem Dagang di masa pemerintahan sultan Iskandar muda (abad 17 Masehi). Perjalanan panjang yang dimulai dari Kutaraja (Banda Aceh) dengan pagelaran pasukan berkuda dan pasukan bergajah, dalam rangka melakukan infasi ke tanah Malaka untuk memerangi pemberontakan raja Siujud pasca peperangan perebutan putri Kamaliah (putroe Pahang), yang berdasarkan putusan pengadilan akhir menjadi milik (istri) Iskandar muda.
Burung Elang
Dalam perjalanan inilah tejadi penamaan-penamaan sejumlah tempat yang dilalui pasukan perang kerajaan seperti nama trieng Gadeng, Pang Wa, Beuracan , Ulim, pante raja, Meureudu (Meurah du), Samalanga, Peudada, Kuala Raja, Biruweung (Bireuen), Peusak Ngeon (Peusangan) dan lain-lain.
Kembali pada kisah penamaan Samalanga. Konon, ketika pasukan kerajaan Aceh yang berjumlah besar dibawah pimpinan panglima Malem Dagang beristirahat dalam perjalanan tepatnya di sebuah sungai yang banyak batu dengan air yang mengalir jernih sehingga tempat itu di beri nama "Bate ie ilee" (batu air yang mengalir jernih) yang sekarang dikenal dengan tempat wisata Batee Iliek. Dulu di pinggiran sungai Batee Iliek juga banyak ditumbuhi pohon Iliek yaitu sejenis pohon Gaharu hutan yang berkulit tebal, juga banyak ditumbuhi pohon bunga Kenanga atau Seulanga.
Pohon Kenanga
Ketika pasukan kerajaan Aceh yang dipimpin Malem Dagang beristirahat di sungai itu, banyak para prajurit melepas pakaian dan mandi disana. Baju, celana dan tali pinggang mereka letakkan diatas batu yang ada di pinggir sungai. Pada saat itulah tali pinggang prajurit kerajaan yang mirip ular langsung disambar oleh beberapa burung elang. Para prajuritpun menyorakinya, dan elang elang itu terbang menyambar-nyambar ke atas pohon-pohon kenanga yang ada di pinggir sungai. Kejadian itu kembali terulang dalam beberapa saat ketika mereka sedang asyik mandi di sungai itu.
Kemudian prajurit yang mandi berteriak mengusir elang dan berkata "ka ji sama-sama di cong Seulanga) maksudnya.. Elang menyambar-nyambar di atas pohon kenanga,,,. Elang disama-sama atas pohon Seulanga (elang menyambar-nyambar di atas pohon kenanga) inilah sehingga tempat itu dinamakan "Samalanga" sampai dengan sekarang.
Bunga Kenanga
Itulah salah satu riwayat tutur penamaan Samalanga yang kini sudah menjadi salah satu kecamatan di Kabupaten Bireuen. Samalanga juga dikenal sebagai salah satu sentral pendidikan islam dimasa dulu sampai sekarang. Sejumlah tokoh masa lalu juga terkenal di daerah ini diantaranya Tun Sri Lanang atau yang dikenal Datok Bendahara atau Tok Banda sebagai cikal bakal hulu balang Samalanga.. Bagaimana Komentar anda..?
Jika anda warga Samalanga, dan mempunyai tutur sejarah menarik lainnya silakan kirim ke redaksi @TUTUR KEUNARANG, demi kesempurnaan tulisan ini.


