(Bireuen 7/4/2017). Deru mesin boat yang biasanya menggema di pesisir kuala, kini telah membahana hilir mudik di jalur penyebrangan darurat di bawah jembatan Tingkeum Kutablang. Teriknya matahari yang serasa begitu menyengat kulit seakan tak terasa lagi oleh para awak boat yang begitu bersemangat memburu pundi-pundi rupiah disini. Mereka umumnya adalah para nelayan dan para pawang laot yang beralih profesi, disebabkan sebagai sebab akibat pasca dimulainya pembongkaran jembatan Kutablang yang amblas beberapa waktu yang lalu.
Sulitnya mendapatkan ikan selama ini, apalagi ditambah mahalnya biaya operasional melaut kadang membuat pendapatan mereka tidak sebanding dengan biaya pengeluaran. Belum lagi gangguan cuaca ekstrem yang kadang tidak menentu semakin menyiksa mereka untuk melawan ganasnya laut Monklayu demi untuk mempertahankan hidup untuk menafkahi keluarga mereka yang sudah menanti setiap sore di beranda rumah mereka masing-masing.
Musibah jembatan Kutablang yang mengakibatkan terputusnya transportasi masyarakat lokal telah menggiring para pawang laot ini dari Kuala Ceurape menuju bawah jembatan Kutablang saat ini. Nampaknya menangkap "ikan-ikan jinak" disini lebih menjanjikan dibandingkan harus memburu ikan-ikan liar dibalik ganasnya gelombang laut Monklayu yang belum tentu ada hasil sesuai harapan. Juga untuk menangkap "ikan-ikan", di bawah jembatan Kutablang, toh..! tidak harus menggunakan kail, pukat dan jaring sebagai mana di Kuala Ceurape sana selama ini. "Ikan-ikan" di bawah jembatan Kutablang lumayan buanyaaak.. Mulai ukuran kecil-kecil sampai ukuran besar.
Disini juga ada "ikan-ikan" cantik lho..!,. Ikan yang bau farfum maksudnya..., yang bibirnya merah merekah ala "Gumuloh Peok Jang",he he he, juga ada disini. Tentunya tidak pernah terjaring oleh para pawang laut di Kuala Ceurapee sebelumnya, yang paling-paling hanya mendapatkan ikan keurapu yang bau amis disana.
Nah.., sudah saatnya juga para pawang laot disini, untuk dapat beradaptasi sebagai suatu tuntutan dari alih profesi. Tampil servis, bertutur kata sopan, pelayanan prima dari setiap unit boat mulai tempat, desain boat sampai cara pengecatan boat harus dirapikan semaximal mungkin. Dengan begitu semua "ikan-ikan" berfarfum di bawah jembatan Kutablang akan mudah dipancing untuk merogoh kocek sebagai berkah lain dibalik musibah itu. Ikan-ikan kecil yang masih sekolahan juga akan merasa nyaman menaiki setiap deruan boat yang ada disini, ya... Kan ?
Pasar Ikan Kutablang Sepi...
Semenjak dibongkarnya jembatan Kutablang telah mengakibatkan pasar Kutablang lebih sepi dari keadaan sebelumnya. Hasil amatan Media Tutur, keadaan yang paling terasa di pasar ikan Kutablang yang omset nilai jual setiap hari menurun drastis 35-55% dari sebelum dibongkarnya jembatan itu. Juga pasar sayur, usaha kelontong dan warung-warung juga mengalami penurunan omset penjualan rata-rata 30-45% dari sebelumnya.
Demikian informasi terkini, koresponden Ali Raban dan Neneng Yusrita melaporkan dari Kutablang Bireuen. Semoga bermanfaat bagi admin sekalian.
Kini.. Sudah beralih ke situs Website baru di... Bersama koresponden Armia Arhan.
KETIKA PARA PAWANG LAOT BERALIH PROFESI...
(Bireuen 7/4/2017). Deru mesin boat yang biasanya menggema di pesisir kuala, kini telah membahana hilir mudik di jalur penyebrangan darurat di bawah jembatan Tingkeum Kutablang. Teriknya matahari yang serasa begitu menyengat kulit seakan tak terasa lagi oleh para awak boat yang begitu bersemangat memburu pundi-pundi rupiah disini. Mereka umumnya adalah para nelayan dan para pawang laot yang beralih profesi, disebabkan sebagai sebab akibat pasca dimulainya pembongkaran jembatan Kutablang yang amblas beberapa waktu yang lalu.
Sulitnya mendapatkan ikan selama ini, apalagi ditambah mahalnya biaya operasional melaut kadang membuat pendapatan mereka tidak sebanding dengan biaya pengeluaran. Belum lagi gangguan cuaca ekstrem yang kadang tidak menentu semakin menyiksa mereka untuk melawan ganasnya laut Monklayu demi untuk mempertahankan hidup untuk menafkahi keluarga mereka yang sudah menanti setiap sore di beranda rumah mereka masing-masing.
Musibah jembatan Kutablang yang mengakibatkan terputusnya transportasi masyarakat lokal telah menggiring para pawang laot ini dari Kuala Ceurape menuju bawah jembatan Kutablang saat ini. Nampaknya menangkap "ikan-ikan jinak" disini lebih menjanjikan dibandingkan harus memburu ikan-ikan liar dibalik ganasnya gelombang laut Monklayu yang belum tentu ada hasil sesuai harapan. Juga untuk menangkap "ikan-ikan", di bawah jembatan Kutablang, toh..! tidak harus menggunakan kail, pukat dan jaring sebagai mana di Kuala Ceurape sana selama ini. "Ikan-ikan" di bawah jembatan Kutablang lumayan buanyaaak.. Mulai ukuran kecil-kecil sampai ukuran besar.
Disini juga ada "ikan-ikan" cantik lho..!,. Ikan yang bau farfum maksudnya..., yang bibirnya merah merekah ala "Gumuloh Peok Jang",he he he, juga ada disini. Tentunya tidak pernah terjaring oleh para pawang laut di Kuala Ceurapee sebelumnya, yang paling-paling hanya mendapatkan ikan keurapu yang bau amis disana.
Nah.., sudah saatnya juga para pawang laot disini, untuk dapat beradaptasi sebagai suatu tuntutan dari alih profesi. Tampil servis, bertutur kata sopan, pelayanan prima dari setiap unit boat mulai tempat, desain boat sampai cara pengecatan boat harus dirapikan semaximal mungkin. Dengan begitu semua "ikan-ikan" berfarfum di bawah jembatan Kutablang akan mudah dipancing untuk merogoh kocek sebagai berkah lain dibalik musibah itu. Ikan-ikan kecil yang masih sekolahan juga akan merasa nyaman menaiki setiap deruan boat yang ada disini, ya... Kan ?
Pasar Ikan Kutablang Sepi...
Semenjak dibongkarnya jembatan Kutablang telah mengakibatkan pasar Kutablang lebih sepi dari keadaan sebelumnya. Hasil amatan Media Tutur, keadaan yang paling terasa di pasar ikan Kutablang yang omset nilai jual setiap hari menurun drastis 35-55% dari sebelum dibongkarnya jembatan itu. Juga pasar sayur, usaha kelontong dan warung-warung juga mengalami penurunan omset penjualan rata-rata 30-45% dari sebelumnya.
Demikian informasi terkini, koresponden Ali Raban dan Neneng Yusrita melaporkan dari Kutablang Bireuen. Semoga bermanfaat bagi admin sekalian.


