(Opini-Rubrik Update). Ketika para pemotor lintas alam mengunggah sebuah Vidio yang didalamnya terdapat sosok manusia kerdil yang tertangkap kamera di hutan Aceh beberapa waktu lalu telah membuat heboh penduduk dunia maya. Makhluk yang diperkirakan suku Mante itu tertangkap kamera secara tidak sengaja oleh para pemotor, sehingga vidio itu mendadak viral diikuti banjiran komentar para netizen. Berbagai media cetak dan elektronikpun ikut menayangkan berita ini sehingga mengundang para ahli ikut angkat bicara untuk menguak misteri keberadaan suku Mante yang ada di hutan Aceh saat ini.
Terlepas dari berbagai komentar dan pendapat para ahli sejarah, Media Tutur kali ini akan berusaha mengulas sedikit padangan tentang keberadaan makhluk aneh berdasarkan literasi tutur masa lalu, meskipun dengan penuh kehati-hatian. Berdasarkan literasi tutur di Aceh terdapat cerita legenda tentang beberapa makhluk aneh diantaranya tentang keberadaan "Geogasi" dan Mante.
GEOGASI dan MANTE....
Berdasarkan legenda tutur masa lalu, Geogasi merupakan Makhluk aneh yang posturnya tinggi besar, berbulu, berkepala seperti kera, atau seperti kepala anjing. Makhluk ini mungkin saja bagi orang Aceh tempo dulu terimajinasi melalui penemuan kerangka dan fosil tulang belulangnya sehingga terinspirasi kedalam cerita dan legenda masa lampoe. Keberadaan makhluk berkepala besar ini ikut ditulis dalam buku Snoug Houggrounje sejarawan Belanda.
Sedangkan Mante merupakan Makhluk yang bertubuh kerdil, liar, lincah dan tidak mampu bergaul dan beradaptasi dengan manusia suku Achenesia pada umumnya, sehingga hidup mereka terus terisolir dan terpinggirkan kehutan-hutan pedalaman. Ciri-ciri Mante ketika berpapasan dengan manusia, mereka termenung, terpana (tahe) untuk beberapa saat, kemudian baru melarikan diri.
Keberadaan Geogasi yang telah punah, mukin semua kita akan sependapat. Namun tentang keberadaan makhluk Mante ini yang menyisakan pertanyaan yang masih misterius sampai saat ini.
Melalui rubrik ini, marilah kita meluangkan waktu sejenak untuk bertanya, seandainya Mante itu masih ada,.. Bisakah mante ini disebut manusia...?, atau mereka merupakan bagian dari makhluk-makhluk primata purba yang tersisa berasal dari zaman batu tua dari bani Megantropus dan bani Pitthecanthropus erectus (Geogasi,.Aceh) yang telah menghuni bumi sekitar 2 s.d 4 juta tahun yang lalu. Sedangkan bani Adam (homo sapiens) manusia yang berpikir baru memulai kehidupan pada zaman batu baru sekitar 80 s.d 130 ribu tahun di permukaan bumi. Haruskah para antropologis kita yang islam dan beriman mengopinikan seolah-olah Mante nenek moyang orang Aceh. Atau mereka telah terjebak dengan teori evolusi sesat Charles Darwin (1859) yang menyatakan manusia berasal dari kera. Tapi toh hari ini mante tetap mante, lutong tetap lutung, kera tetap kera dan tidak pernah berobah jadi manusia.
Sebagai orang yang beriman kita sudah seyogyanya meyakini bahwa manusia yang diciptakan Allah bersuku-suku dan berbangsa-bangsa (AlQuran) semua berasal dari Bani Adam As (homo sapiens) sebagai manusia pertama dibumi. Al quran juga mengajarkan tentang definisi makhluk yang dapat digolongkan sebagi insan atau manusia diantaranya.. Berakal sempurna, memiliki bentuk tubuh yang sebagus mungkin, diajarkan nama-nama/berbahasa, berbudaya, serta otak dan pikiran akan berjalan sesuai perkembangan dan kebutuhan zaman itu sendiri. Lalu coba jawab.. Bagaimana dengan Mante dan Geogasi, pantaskah digolongkan golongan manusia, pantaskan dikatakan suku, atau lebih cocok di sebut spesies golongan primata sebagai bani lain sebagaimana tersirat dalam AlQuran.
(Syuib Syub; 1978) seorang ahli antropolog muslim dalam bukunya Adam dan manusia purba (Geogasi) membantah keras pemikiran Darwin yang menyesatkan. Menurutnya hanya bani Adam yang bisa disebut manusia dikarenakan mempunyai akal yang sempurna, sebagus-bagus bentuk, berbahasa, berbudaya. Sedangkan manusia purba menurutnya tidak dapat dikatagorikan manusia melainkan species-species binatang atau makhluk purba. Syuib juga menyatakan tidak tertutup kemungkinan makhluk-makhluk purba lebih awal diciptakan dari pada bani Adam dengan rentan waktu 3-4 juta tahun yang lalu yang mereka telah dibinasakan Allah melalui bencana-bencana hebat bersama para Dinousaurus, meski sebagian mereka tersisa. Sedangkan bani Adam atau manusia merupakan makhluk yang diciptakan kemudian oleh Allah sebagai awal babak sejarah, karena semua yang menyangkut terkait peristiwa Adam sudah ditulis dalam AlQuran sebagai kitab sejarah. Hal ini sependapat dengan Antropolog George Cuvier (1769-1832) yang menyatakan kehidupan tidak melalui evolusi, melainkan penciptaanya masing-bermasing dengan priode tertentu, bumi dihuni makhluk tertentu, yang kemudian dibinasakan dan diciptakan kembali jenis yang lain pada masa yang lain pula.
Berdasarkan beberapa bertimbangan teori diatas melalui rubrik ini, mari kita jawab bersama pantaskah Geogasi dan Mante kita akui sebagai nenek moyang kita manusia bani Adam yang berakal sempurna dan memiliki bentuk yang sebagus-bagusnya...?
Berikan komentar anda..!
By Redaksiana @TUTUR KEUNARANG Anda dapat juga mengunjungi website kami di http:www.tuturkeunarang.com


